Memahami Kembali Pakta Integritas | Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.
Memahami Kembali Pakta Integritas
oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo
Bertempat di aula PTA Gorontalo, tepat jam 09.00 pagi, hari Senin tanggal 13 Januari, disaksikan oleh Ketua PTA Gorontalo, seluruh keluarga besar PTA dan semua Ketua Pengadilan Agama sewilayah PTA Gorontalo telah melaksanakan Pengucapan Pakta Integritas dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja, Komitmen Bersama (Pembangunan ZI) dan Kontrak Kinerja PPNPN 2025. Untuk itu perlu kembali kita memahami pengertian, tujuan, dan pentingnya pengucapan pakta integritas dan penandatanganan perjanjian kinerja serta komitmen bersama dalam berorganisasi.
Pakta integritas diatur melalui Permen PANRB 49/2011. Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1 Permen PANRB 49/2011, diterangkan bahwa dokumen pakta integritas adalah dokumen yang berisi pernyataan atau janji kepada diri sendiri tentang komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Pakta integritas adalah sebuah pernyataan atau komitmen tertulis yang dibuat oleh individu atau kelompok untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara transparan, jujur, dan profesional, serta menghindari segala bentuk pelanggaran etika atau hukum. Dalam berbagai organisasi, baik pemerintah maupun swasta, pakta integritas menjadi salah satu dokumen penting yang mencerminkan kesungguhan untuk menjunjung tinggi prinsip integritas dalam setiap aktivitas.
Pengertian Pakta Integritas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan atau kejujuran. Kemudian, arti pakta adalah bentuk perjanjian, yang merupakan persetujuan (tertulis atau dengan lisan) yang dibuat oleh dua pihak atau lebih, masing-masing bersepakat akan menaati apa yang tersebut dalam persetujuan itu. Jika digabungkan, pakta integritas adalah perjanjian yang merupakan persetujuan yang dibuat oleh dua pihak tentang kesepakatan akan mutu, potensi, dan/atau kemampuan dalam menjaga wibawa atau kejujuran.
Secara umum, pakta integritas dapat didefinisikan sebagai janji formal yang berisi pernyataan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Pakta ini biasanya digunakan untuk mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan tugas, terutama pada kegiatan pengadaan barang dan jasa, serta dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pakta integritas sering kali diimplementasikan dalam bentuk pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh pihak terkait, baik individu maupun organisasi. Dokumen ini berisi komitmen untuk menjalankan tugas dengan jujur, transparan, bebas dari konflik kepentingan, serta siap menerima konsekuensi hukum apabila melanggar ketentuan yang telah disepakati.
Tujuan Pakta Integritas
Tujuan utama pakta integritas adalah menciptakan budaya kerja yang bersih dan transparan di lingkungan organisasi. Berikut adalah beberapa tujuan sapesifiknya: pertama, menjaga jepercayaan publik. Dengan pakta integritas dimaksudkan untuk membantu organisasi mempertahankan kepercayaan publik dengan menunjukkan komitmen terhadap etika dan kejujuran. Kedua, mencegah KKN,
dokumen ini menjadi alat untuk meminimalisasi peluang terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam berbagai proses internal organisasi. Memberantas korupsi itu sulit tetapi lebih sulit memberantas kolusi terlebih nepotisme karena ini menyangkut kepentingan keluarga dan orang dekat kita. Ketiga, mendorong akuntabilitas, dengan adanya pakta integritas, setiap pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menjalankan tugas dengan akuntabilitas tinggi. Keempat, meningkatkan transparansi, dengan pakta ini membantu menciptakan proses kerja yang lebih terbuka, sehingga semua pihak dapat mengetahui dan mengawasi setiap tahapan pekerjaan.
Isi Utama Pakta Integritas
Meskipun isi pakta integritas dapat bervariasi tergantung pada konteks organisasi atau kegiatan, beberapa poin penting yang umumnya terdapat dalam dokumen ini adalah, komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan, pernyataan untuk menghindari konflik kepentingan, janji untuk melaporkan indikasi pelanggaran hukum yang diketahui dan kesediaan untuk menerima sanksi jika melanggar komitmen dalam pakta integritas.
Secara garis besar, isi pakta integritas adalah sebagai berikut:
- Berperan secara proaktif dalam upaya mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme serta tidak melakukan perbuatan tercela.
- Tidak meminta atau menerima suap, gratifikasi atau bentuk lainnya yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
- Bersikap jujur, transparan dan akuntabel dalam menjalankan tugas.
- Menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam pelaksanaan tugas.
- Memberikan contoh pelaksanaan kinerja berdasarkan peraturan perundang-undangan kepada bawahan.
- Menyampaikan penyimpangan integritas di instansi terkait dan menjaga kerahasiaan saksi.
Apabila melanggar, maka akan menerima konsekuensi hukum.
Pentingnya Pakta Integritas dalam Organisasi
Pakta integritas bukan hanya dokumen formalitas, melainkan sebuah instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang baik (good governance). Beberapa alasan mengapa pakta integritas sangat penting adalah:
Sebagai landasan etis, pakta ini memberikan pedoman etis bagi individu maupun organisasi dalam menjalankan tugasnya. Meningkatkan kredibilitas organisasi,
dengan menerapkan pakta integritas, organisasi dapat membangun citra positif di mata publik dan pihak-pihak terkait. Dapat mencegah risiko hukum melalui pakta integritas membantu organisasi menghindari potensi pelanggaran hukum yang dapat merugikan secara finansial maupun reputasi.
Meskipun demikian dalam pelaksanaannya ada
tantangan dalam mebgimplementasi pakta integritas. Kita mengetahui walaupun memiliki manfaat yang signifikan, implementasi pakta integritas sering menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya pemahaman terhadap isi dokumen, resistensi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan, hingga lemahnya penegakan aturan terhadap pelanggaran.
Pakta integritas adalah salah satu upaya strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan memahami esensi dan pentingnya dokumen ini, diharapkan setiap individu maupun organisasi dapat berkomitmen penuh untuk menjalankan tugas sesuai dengan prinsip integritas. Pada akhirnya, hal ini tidak hanya menguntungkan organisasi itu sendiri, tetapi juga masyarakat secara luas. Membangun budaya integritas adalah tugas bersama, dan pakta integritas merupakan langkah awal yang konkret untuk mencapainya.
Wallahu a'lam bishowab
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi wa sallim ajma'in.
