Menjadi Produktif
Menjadi Produktif
oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo
"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" (QS. Ar-Ra’d :11)
Allah telah menerangkan dalam ayat tersebut bahwa cita-cita seseorang tidak akan tercapai kecuali dengan berusaha.
Ketika kita berusaha, maka kita akan memperoleh keberuntungan dari apa yang diinginkan.
Sebaik-baik manusia adalah (mereka) yang paling bermanfaat bagi orang lain.(HR. Ahmad)
Produktivitas dan kualitas hidup itu saling berkaitan dalam hidup kita. Kita diperintahkan untuk rajin belajar, bekerja keras, dan berkontribusi untuk kebaikan. Jadi, produktivitas adalah salah satu kunci untuk meraih kesuksesan dunia.
Mohammed Faris dalam bukunya yang berjudul Muslim Produktif, menuliskan bahwa produktivitas terdiri dari tiga unsur yaitu fokus, energi, dan waktu. Kehilangan salah satu unsur membuat suatu pekerjaan tidak bertujuan, lelah menyelesaikan tugas.
Perlu diketahui bahwa produktivitas bukan berarti sibuk. Sibuk sepanjang hari tanpa ada tujuan yang dicapai hanya membuat kesibukan menjadi sia-sia. Produktivitas juga bukan tujuan, melainkan proses. Produktivitas tidak berarti membosankan karena sesungguhnya orang yang produktif tahu kapan ia harus bekerja keras, bersenang-senang, serius, atau rileks. Produktivitas juga tidak bisa dilakukan secara terus menerus. Manusia bukan robot yang bisa bekerja dengan kecepatan tinggi setiap saat.
Masih dari buku yang sama, Islam sendiri memandang produktivitas sebagai alat, bukan tujuan. Paradigmanya pun macam-macam. Ada yang dikendalikan oleh tujuan, nilai, dan jiwa.
Dari sini kita bertanya, apakah produktivitas dalam islam mengabaikan dunia? Tentu saja tidak. Dunia adalah ladang amal untuk akhirat. Dunia adalah tempat menanam kebaikan untuk dituai di akhirat. Dunia tidak bisa dipisahkan begitu saja dari akhirat.
Lalu, bagaimana agar kita bisa mengembangkan kebiasaan produktif? Pertama, lakukanlah tantangan (challenge) 30 hari yaitu memilih satu kebiasaan yang akan diubah dalam waktu 1 bulan.
Kedua, lakukan pengecekan putaran kebiasaan. Ada tiga unsur putaran kebiasaan yaitu pemicu, rutinitas, dan imbalan.
Ketiga, mengganti kebiasaan lama dengan kebiasaan baru yang menawarkan imbalan yang sama.
Ketiga cara tersebut tidak akan membuahkan hasil tanpa didasari niat, pedoman yang jelas, berdoa, diawali dengan perubahan-perubahan kecil, dan orang yang diberitahu tentang perubahan yang sedang dilakukan.
Inspirasi Tokoh-tokoh Islam yang Sukses dan Berkualitas
Jadikan inspirasi dari tokoh-tokoh besar dalam sejarah. Kita bisa belajar dari kehidupan para sahabat Nabi, seperti Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Mereka tidak cuma jadi pemimpin yang adil dan bijaksana, tapi juga dikenal sebagai orang saleh, dermawan, dan sangat peduli terhadap kepentingan umat.
Kita juga bisa mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh ulama dan pemikir, seperti Imam Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Al-Khawarizmi, yang berhasil dalam bidang ilmu pengetahuan dan keagamaan. Mereka mengabdikan hidupnya untuk belajar, mengajar, dan berkontribusi pada kemajuan peradaban.
Menjadi muslim produktif dan berkualitas memang tidak mudah, tapi ini penting dalam usaha kita untuk meraih kesuksesan sejati dalam kehidupan.
Dengan membangun kebiasaan baik, meningkatkan produktivitas, dan menjalani hidup yang seimbang antara dunia dan akhirat, kita yakin semakin dekat menjadi hamba Allah yang sukses dan berkualitas.
Wallahu a'lam bi showab
Allahumma sholli wa sallim 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in
