Ketua PTA Gorontalo Menghadiri Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2023 dengan Tema “Integritas Kuat Peradilan Bermartabat”
Ketua PTA Gorontalo Menghadiri Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2023 dengan Tema “Integritas Kuat Peradilan Bermartabat”

Jakarta - Selasa, 20 Februari 2024, bertempat di Plenary Hall Jakarta Convention Centre telah diselenggarakan Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2023 yang mengusung tema ‘’Integritas Kuat Peradilan Bermartabat” dan dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung, Yang Mulia Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H.
Kegiatan ini dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, para Ketua Kamar Mahkamah Agung, Hakim Agung, Hakim Adhoc, Ketua Mahkamah Agung Malaysia, Ketua Mahkamah Agung Singapura, Ketua Mahkamah Agung Kuwait, Wakil Ketua Mahkamah Agung Qatar, Delegasi Sudan, Delegasi Australia, Delegasi China, dan Delegasi Rusia. Turut hadir pula para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kepala Kepolisian RI, para duta besar negara sahabat, para purnabakti pimpinan Mahkamah Agung, para Ketua Pengadilan Tingkat Banding, para Ketua Pengadilan Tingkat Pertama, serta diikuti oleh seluruh warga peradilan dibawahnya secara daring.

Pada awal pidato, Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H. menyampaikan bahwa Sidang Istimewa Laporan Tahunan pada tahun ini merupakan tahun terakhir bagi beliau, dikarenakan masa jabatannya akan berakhir pada bulan November tahun 2024 mendatang. Selain itu, secara garis besar beliau juga menyampaikan capaian kinerja dan tantangan selama masa kepemimpinannya sebagai Ketua Mahkamah Agung yang dimulai pada bulan April 2020 sampai dengan saat ini.
Pidato Ketua Mahkamah Agung RI dilanjutkan dengan menyebutkan gambaran penangan perkara secara umum pada Mahkamah Agung dan badan peradilan dibawahnya, diantaranya beban perkara pada Mahkamah Agung tahun 2023 sebanyak 27.512 dan telah berhasil memutus perkara tersebut sebanyak 27.365 (99,47%) sehingga sisa perkara tahun 2023 sebanyak 147 perkara. Jumlah tersebut merupakan rekor terendah yang pernah dicapai sepanjang sejarah Mahkamah Agung. Selain itu, beban perkara pada Pengadilan Tingkat Banding dan Pengadilan Pajak tahun 2023 sebanyak 57.198 perkara, dari jumlah tersebut perkara yang berhasil diputus sebanyak 43.832 perkara sehingga rasio produktivitas penyelesaian perkara mengalami kenaikan 3,87% dibandingkan dengan tahun 2022. Sedangkan untuk gambaran kinerja penanganan perkara di Pengadilan Tingkat Pertama terdapat beban perkara tahun 2023 sebanyak 2.845.784 perkara, dari jumlah tersebut perkara yang berhasil diputus yaitu sebanyak 2.724.345 perkara sepanjang tahun 2023. Dengan demikian rasio produktivitas penyelesaian perkara dalam memutus perkara pada pengadilan tingkat pertama sebesar 97,75%.
Pada akhir pidatonya, beliau menyampaikan bahwa aspek integritas menjadi kunci untuk membangun lembaga peradilan yang bersih dan berwibawa sehingga Mahkamah Agung akan terus melakukan pembenahan dan perbaikan di tubuh lembaga dengan penguatan fungsi pengawasan dan pembinaan sehingga kedepannya tingkat pelanggaran disiplin tetap terus berkurang dan kepercayaan publik akan tumbuh seiring dengan kokohnya integritas.

Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dalam sambutan sidang istimewa tahunan Mahkamah Agung tahun 2023, menyampaikan terima kasih kepada Mahkamah Agung yang terus melakukan reformasi dan menjadi bagian penting dalam penguatan rule of law and good governance. Pemerintah juga mengapresiasi terhadap inovasi-inovasi Mahkamah Agung dalam mendorong percepatan transformasi hukum. Beliau menegaskan bukan hanya kuantitas putusan yang penting, yang paling utama adalah kualitas putusan yang harus memberikan rasa keadilan, kepastian hukum, dan mendukung pembangunan bangsa dan negara menuju Indonesia maju. (km)
