Syahrud Dua' | Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.
Syahrud Dua'
oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo
Bulan Ramadan juga dikenal dengan syahrud du'a artinya bulan doa bisa bermakna bulan untuk memperbanyak doa, karena pada bulan Ramadan Allah swt akan mengabulkan doa para hamba-Nya.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa doa merupakan salah satu senjata orang beriman dalam menolak bala. Doa dengan keutamaan nilai ibadah di dalamnya cukup efektif untuk menolak atau setidaknya mengurangi bala yang ditentukan oleh Allah swt.
Kalau secara lahiriyah doa tidak juga menghindari kita dari bala dan bencana yang dikhawatirkan, setidaknya doa sudah menjadi bukti kehambaan kita kepada Allah sebagai keterangan Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam berikut ini: yang artinya, “Jangan maknai permintaanmu sebagai sebab atas pemberian Allah yang itu menunjukkan kekurangpengertianmu terhadap-Nya. Hendaklah sadari bahwa permintaanmu adalah pernyataan kehambaan dan pemenuhan atas hak-hak ketuhanan.”
Sangat menarik membaca ayat-ayat yang berhubungan dengan diwajibkannya ibadah puasa pada bulan Ramadan dalam Al-Qur'an. Secara tegas ayat-ayat tentang puasa dan bulan Ramadan terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 183 sampai dengan ayat 187. Akan tetapi ada satu ayat diselipkan ayat tentang kedekatan Tuhan dengan hambaNya dan diijabahnya doa bagi seorang hamba pada Allah swt, sebagaimana ayat 186, yang artinya:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bawasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” QS Al-Baqarah:186
Imam Ibnu Katsir menyebutkan tema ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa mengindikasikan dianjurkan memperbanyak doa di bulan Ramadan. Setali dengan itu Imam Al Razi menjelaskan ini adalah keterangan tentang buah bagi orang-orang yang berpuasa, di mana Allah segerakan kemuliaan bagi mereka di dunia dengan mengabulkan permintaannya.
Dalam suatu hadits riwayat Imam Ahmad bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap siang dan malam bulan Ramadan dari Allah ada pembebasan dari api neraka, dan bagi setiap muslim jika ia memanjatkan doa akan dikabulkan.”
Seluruh waktu bulan Ramadan, dari detik, menit dan jam adalah waktu baik untuk memanjakan doa. Akan tetapi ada waktu-waktu tertentu yang sangat istimewa yang dianjurkan bagi kita untuk lebih memperhatikannya, oleh karena saat itu adalah waktu yang mustajab.
Keistimewaan waktu-waktu ini secara jelas disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah saw. Berikut adalah 3 waktu paling mustajab dikabulkannya doa pada bulan Ramadan.
- Waktu Sahur
Rasulullah SAW bersabda
Artinya: “Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” [HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758].
Sudah diketahui bersama bahwa sepertiga malam adalah waktu dikabulkannya doa dan waktu paling utama untuk melakukan ibadah lainnya, seperti sholat tahajud. Jika biasanya orang-orang terlelap tidur, susah untuk bangun melakukan sholat tahajud dan berdoa di malam hari, lain halnya di bulan Ramadan ini. Mereka terjaga di waktu sahur untuk menyantap makanan sebagai energi puasa sehari penuh di esok harinya. Waktu sahur ini sama dengan waktu sepertiga malam. Jadi, di bulan Ramadhan umat muslim sangat beruntung bisa terjaga di malam hari sehingga bisa memanfaatkan waktu sahur ini untuk berdoa dan ibadah lainnya.
- Saat Berpuasa
Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: "Tiga orang yang doa mereka tidak tertolak, yaitu; seorang yang berpuasa hingga berbuka, seorang imam (penguasa) yang adil dan doanya orang yang di dzalimi. Allah akan mengangkat do'anya ke atas awan, dan membukakan baginya pintu-pintu langit, seraya berfirman: "Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski beberapa saat lamanya." [HR. Imam Tirmidzi 3522]
Imam Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu’ mengatakan bahwa orang yang sedang berpuasa dianjurkan untuk memperbanyak do’a,
Artinya: “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdoa dalam keadaan sedang berpuasa, dengan berbagai hajat akhirat dan hajat duniawi. Juga mendoakan orang-orang yang ia cintai dan mendoakan kaum Muslimin.” [Imam Nawawi, Al- Majmu’ Syarh Muhadzdzab, Daar El Fikr, Juz 6, hal. 375]
Dari keterangan di atas, dapat diketahui terdapat tiga orang yang doanya akan dikabulkan. Salah satunya adalah orang yang sedang berpuasa. Ia bisa berdoa untuk keinginannya di dunia maupun di akhirat nanti. Tak hanya berdoa mengharap kebaikan untuk dirinya sendiri, alangkah baiknya ketika ia mendoakan orang-orang yang ia cintai dan muslimin.
- Saat Berbuka Puasa
Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Sungguh orang yang berpuasa mempunyai doa yang dikabulkan dan tidak akan ditolak tatkala berbuka puasa." [HR. Ibnu Majah no. 1743]
Berdasarkan pemaparan di atas, diketahui bahwasanya bulan Ramadan memberikan umat Islam kesempatan lebih banyak waktu-waktu dikabulkannya doa. Semoga kita bisa memaksimalkan kesempatan ini.
Wallahu a'lam bi showab
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in