Catatan Mingguan | Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.

Ditulis oleh alifudin on .

Ditulis oleh alifudin on . Dilihat: 802

Catatan Mingguan


oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H. 

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo

 

               Pada minggu ini penulis disibukkan dengan kegiatan nasional Mahkamah Agung, yaitu agenda laporan tahunan 2025. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh keluarga besar MA dan badan peradilan di bawahnya dari semua unsur peradilan, khususnya Hakim Agung MA, Ketua  tingkat banding, dan Ketua tingkat pertama, seluruh Indonesia.

            Kegiatan itu sendiri berlangsung selama dua hari dari tanggal 18 - 19 Februari 2025, bertempat di lingkungan gedung MA RI. Diramaikan dengan Pameran Kampung Hukum yang diikuti 14 lembaga dan kementerian penegak hukum eksternal, 8 internal, 5 bank nasional dan 1 dari luar negeri JICA (Japan International Cooperation Agency).

            Pada tanggal 19 Februari 2025, sesi Laporan Tahunan pada sidang istimewa yang dipimpin langsung oleh Ketua MA Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. sekaligus membacakan laporan tahunan di hadapan Presiden RI, para menteri, Panglima TNI, Kapolri, Kejagung dan tamu undangan luar negeri maupun Dubes serta Ketua tingkat banding dan Ketua tingkat pertama seluruh Indonesia. Pada prinsipnya Ketua MA menekankan kepada seluruh keluarga peradilan untuk menjaga marwah peradilan dengan integritas agar peradilan berkualitas.

            Pada kesempatan lain Presiden Prabowo Subianto, dalam sambhtannya menyatakan, beliau menyadari bahwa tugas hakim sangat berat karena harus memberikan keadilan kepada masyarakat dan harus mampu menjaga indepedensi hakim dari intervensi pihak lain. Oleh karena itu salah satu yang harus diperhatikan oleh eksekutif kepada hakim Indonesia adalah meningkatkan kualitas hidup para hakim.

           Karena dipandang terlalu singkat sambutan beliau dalam acara tersebut juga dilihat banyak tamu dan delegasi dari luar negeri, sehingga hal-hal yang sifatnya tertutup beliau tidak sampaikan. Maka di luar dugaan, setelah acara selesai dan para Ketua pengadilan sudah bersiap pulang ke daerah masing-masing, jam 14 ada berita susulan, secara mendadak seluruh Ketua tingkat banding dan pertama diundang Presiden ke istana untuk mendengar penjelasan Presiden tentang program dan kebijakan pemerintah kabinet merah putih.

             Bagi penulis dan sebagian besar Ketua tingkat banding dan tingkat pertama memasuki komplek istana adalah pengalaman pertama, kali ini para tamu undangan ditempatkan pada halaman tengah yang ada di istana negara, yang pagi sebelumnya digunakan untuk pengambilan sumpah gubernur dan wagub, bupati dan wabub serta wali kota dan wawali.

              Pertemuan presiden dengan seluruh Ketua pengadilan tingkat banding dan tingkat pertama seluruh Indonesia berjumlah 983 orang berlangsung tertutup. Karena satupun tidak ada pihak dari luar kecuali yang diundang ditambah dengan jajaran panglima TNI, Kapolri, Kejagung, Menko Polkam, Menko Hukum dan Menteri Hukum.

              Acaranya tunggal, diawali sambutan KMA sebentar dilanjutkan sambutan dan arahan presiden Prabowo kepada aparat peradilan khususnya para hakim.

            Secara garis besar, presiden mengapresiasi kinerja MA yang mampu menyelesaikan perkara yang ditangani oleh seluruh pengadilan, yang sekana tahun 2024 tercatat 2 juta 800 ribu perkara masuk di pengadilan dan berhasil diputus kurang lebih 2 juta 760 ribu perkara.

           Namun yang menjadi perhatian khusus dari bapak presiden adalah geo politik global, tantangan ekonomi ke depan, survival suatu bangsa dan negara dengan pertahanan yang memadai serta ancaman terhadap keberlangsungan suatu negara.

             Banyak yang disampaikan beliau dalam sambutannya, selama kurang lebih dua jam presiden bersifat. Suatu hal yang sulit terjadi, ibarat dalam forum diskusi belum pernah penulis mengalami, penyampaian presentasi disampaikan oleh satu bara sumber selama dua jam tanpa henti.

            Yang terjadi justru pidato presentasi tersebut disampaikan sendiri oleh orang nomor satu Indonesia Presiden RI Prabowo Subianto dengan 32.slide. Begitu banyak materi yang disampaikan. Teramat sayang materi presentasi tidak dibagikan, tidak bisa dicopi dan tidak bisa difoto. Oleh karena peserta yang hadir di arena acara harus steril. Tidak diizinkan membawa barang sesuatu terutama HP dan segala barang bawaan lainnya. Sehingga penulis tidak mampu mengungkapkan dalam tulisan ini. Du samping karena ada hal-hal yang sangat penting dan bersifat secret bukan untuk konsumsi umum.

            Akhirnya kita berdoa semoga negara kita senantiasa duberkati Tuhan menjadi negara yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur negeri yang aman Makmur penuh ampunan Tuhan.

 Wallahu a'lam bi showab

 Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi sa sohbihi ajma'in