Konklusi
Konklusi
oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo
Judul tulisan ini hanya judul saja. Para pembaca (yang mau membaca) silakan membikin konklusi masing-masing. Khususnya hari terakhir di Yogyakarta.
Tepat jam 20.00, Senin 16 September 2024, Kongres PTWP di The Rich Hotel Yogyakarta, dibuka secara resmi oleh Ketua Mahkamah Agung RI Prof. DR. H Syarifuddin, S.H.,M.H. Pelaksanaan Kongres itu sendiri dijadikan satu rangkaian dengan pethelatan KMA Cup keempat 2024.
Inti dari kongres adalah, pertanggungjawaban pengurus periode 2021-2024, pemilihan Ketua periode 2024-2027 dan penyusunan program pengurus baru.
Secara umum pertanggungjawaban pengurus lama dapat diterima oleh peserta kongres. Pada saat yang sama pemilihan ketua umum berjalan mulus dengan terpilihnya Ketua umum baru secara aklamasi yang merupakan figur patahana Dr. Prim Haryadi, S.H., M.H. Sedangkan mengenai program kerja, pengurus baru harus melaksanakan amanah kongres yaitu program yang bisa dibilang tidak mudah karena banyaknya usulan-usulan dari peserta kongres.
Dalam sambutannya, Ketua terpilih menyampaikan rasa hormatnya kepada seluruh peserta kongres yang kembali mempercayai dirinya untuk melanjutkan programnya, lebih dari itu merupakan keberhasilan pengurus lama yang dalam laporan keuangannya, telah memiliki saldo yang jumlah nominalnya mencapai tujuh belas miliar empat ratus delapan belas juta rupiah lebih. Dana tersebut terkumpul dari iuran seluruh warga peradilan dari empat lingkungan peradilan yang diberdayakan dalam bentuk tabungan, deposito maupun Sukuk dari beberapa bank seperti bank BSI, BNI dan BTN.
Dengan penuh rasa optimis tinggi pengurus PTWP pusat menyukseskan program yang belum terlaksana dan menambah program baru baik yang bersandar nasional maupun internasional.
Perhelatan kongres itu sendiri berakhir sampai dengan jam 00.36 dan oleh pimpinan sidang dinyatakan sebagai kongres tercepat dan patut mendapat apresiasi yang tinggi.
Pada sesi paginya Selasa, 17 September 2024, di hotel Royal Ambarukmo, dilanjutkan dengan pembinaan oleh Ketua MA RI dengan jajaran pimpinan MA.
Dalam pembinaannya KMA tidak banyak menyampaikan materi mengingat seluruh yang hadir sudah cukup penat mengikuti rangkaian acara diawali dengan memperebutkan KMA Cup, dilanjutkan dengan pelaksanaan Kongres PTWP ke 19 dan diakhiri dengan pembinaan kepada Ketua tingkat banding seluruh Indonesia.
KMA menyampaikan pentingnya Ketua untuk membaca peraturan perundangan, Perma dan SEMA serta peraturan lainnya agar para hakim benar-benar dapat memberi hukum dan keadilan kepada masyarakat.
Sebagai warga peradilan harus terpanggil untuk mencamkan kata-kata Presidents come and go but The Supreme goes on forever Presiden datang silih berganti tetapi Mahkamah Agung hadir untuk selamanya.