Sekretaris Ditjen Badan Peradilan Agama Lakukan Penguatan Zona Integritas di PTA Gorontalo

Ditulis oleh Kasyifatul Mawaddah on .

Ditulis oleh Kasyifatul Mawaddah on . Dilihat: 1176

Sekretaris Ditjen Badan Peradilan Agama MA-RI Lakukan Penguatan Zona Integritas di PTA Gorontalo

Gorontalo, (05/08/2024) – Pada Senin malam, 5 Agustus 2024, Sekretaris Ditjen Badilag Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. lakukan pembinaan terkait penguatan Zona Integritas guna menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Pembinaan ini berlangsung di Ruang Aula PTA Gorontalo mulai pukul 20.00 WITA hingga 22.30 WITA dan dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, Panitera Sekretaris PTA Gorontalo serta Ketua, Wakil Ketua, Panitera Sekretaris Pengadilan Agama se-wilayah PTA Gorontalo. 

Dalam pembinaan ini, Sekretaris Ditjen Badilag memberikan arahan khusus yang berfokus pada peningkatan semangat dan dedikasi dalam mencapai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Dengan semboyan yang penuh motivasi, ia menekankan, "Bangun integritas terlebih dahulu, kemudian berupaya meraih predikat WBK atau WBBM” Pesan ini disampaikan untuk menginspirasi seluruh jajaran pengadilan agama untuk menjadikan diri sendiri sebagai role model dan agen perubahan. 

Dalam pembinaannya, beliau menjelaskan tahapan-tahapan yang perlu disiapkan oleh pengadilan agama yang akan mengajukan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Beliau menekankan pentingnya kesiapan dan komitmen seluruh jajaran dalam mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan pada saat desk evaluation.

"Untuk meraih predikat WBK, diperlukan kerja sama dan komitmen dari seluruh jajaran. Setiap langkah persiapan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab," ujar Sekretaris Ditjen Badilag. "Jangan pernah berkeluh kesah, tidak berhenti saat Anda lelah tetapi berhentilah saat Anda selesai."

Pembinaan ini dilakukan secara interaktif, dengan sesi tanya jawab antara peserta dan Sekretaris Ditjen Badilag. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai kendala dan tantangan yang mereka hadapi dalam persiapan penilaian hingga menuju desk evaluation serta mendapatkan solusi dan arahan yang konstruktif.

Dengan adanya pembinaan penguatan Zona Integritas ini, diharapkan PTA Gorontalo dan pengadilan agama di bawahnya semakin meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat, dan bagi pengadilan agama yang belum mendapatkan predikat WBK dapat mempersiapkan diri dan berhasil meraih predikat WBK, mewujudkan peradilan yang bersih, transparan, dan berintegritas. (km)